Sejarah diperingatinya "HARBUKNAS" Hari Buku Nasional pada tanggal 17 Mei lalu

 


     Pada 17 Mei malam ketika itu, Menteri Pendidikan Nasional Abdul Malik Fadjar merencanakan 17 Mei menjadi Harbuknas. Rencana tersebut dilatarbelakangi dengan kondisi bangsa Indonesia yang ketika itu masih lebih banyak mempertahankan tradisi lisan dibanding menjawab tuntutan informasi dengan banyak membaca. Secara umum masyarakat masih memiliki tradisi percakapan panjang dibandingkan dengan kebiasaan membaca. Ide ini bermula datang dari masyarakat pencinta buku yang ingin memacu tingkat minat baca di masyarakat. Bahkan mereka menginginkan perayaan Harbuknas dapat berlangsung meriah sebagaimana perayaan hari kasih sayang (Valentine`s day).

      Namun, Mendiknas menyadari sepenuhnya keinginan ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk diwujudkan. Membuat masyarakat yang terbiasa dengan budaya lisan kemudian menjadikannya gemar membaca buku merupakan sesuatu yang butuh upaya ekstra. Apalagi pada generasi muda yang sudah banyak terpapar dengan media dan teknologi komunikasi seperti telepon suara dan video. Mengingat Tingkat literasi  di Indonesia yang masih rendah, Indonesia ada di posisi ke-62 dari 70 negara untuk masalah ini (tingkat literasi). Posisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat literasi rendah. Survei dilakukan oleh Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada 2019. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen, atau hanya ada 1 dari 1,000 orang Indonesia yang rajin membaca. Berdasarkan riset lain, Indonesia ada di leringkat ke-60 dari 61 negara untuk masalah minat baca. Posisinya ada di bawah Thailand dan di atas Bostwana. Melalui Harbuknas ini diharapkan dapat mendorong minat baca dan meningkatkan tingkat literasi Indonesia di dunia.


Ayo Tingkatkan Literasi Membacamu !


team jurnalistik medkominfo 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model Pembelajaran : Pengertian, Ciri-Ciri dan Fungsi

R. A. Kartini : Pelopor Emansipasi Wanita

Peresmian Menara Al-Musthofa Universitas Alma Ata Yogyakarta