Biografi Anne Sullivan, Salah Satu Pelopor Pendidikan bagi Para Disabilitas

Setiap orang tanpa terkecuali berhak untuk memperoleh pendidikan, mencerdaskan dirinya, dan meningkatkan kualitas hidupnya. Oleh karena itu, dalam dunia pendidikan sekarang ini terdapat suatu sistem yang memberikan kesempatan bagi  penyandang difabel   untuk sekolah  umum dan dikelas reguler  bersama  teman seusianya, sistem tersebut dikenal dengan istilah Pendidikan Inklusif. 

Adanya layanan Pendidikan bagi para disabilitas, tidak dapat dipisahkan dari sosok Anne Sullivan. Anne Sullivan, dikenal sebagai tokoh pendidikan AS. Perempuan yang memiliki nama asli Johanna Sullivan lahir pada tanggal 14 April 1866 serta meninggal dalam usia 70 tahun di New York, pada tanggal 20 Oktober 1936.  Anne menjadi salah satu tokoh pelopor penting dalam dunia pendidikan, terutama karena karyanya menangani dan mengajar Hellen Keller, yang kemudian memberikan panduan dan pola bagi pendidikan kaum tunanetra dan tunarungu. Pada tahun 2003, Anne Sullivan Macy menerima Medali Kehormatan dari National Women’s Hall of Fame dan American Foundation for the Blind. 

Pada awalnya, Anne tak bersekolah karena menderita penyakit trakoma, yakni penyakit mata yang sangat menular dan dapat mengakibatkan kebutaan. Kala itu, masyarakat rentan terserang penyakit trakoma karena Meraka terbiasa hidup tanpa peduli dengan kebersihan pribadi. Penyakit ini membuatnya mengalami gangguan penglihatan. Pada tahun 1880, Anne Sullivan pun dipindahkan ke sekolah Perkins, yang memang dikhususkan bagi anak-anak yang buta, tuli, dan bisu. Tujuan Anne dipindahkan adalah agar ia bisa bersekolah dengan baik. Mungkin karena pengaruh kondisi tempat tinggal barunya yang bersih dan terawat, Anne Sullivan mengalami perkembangan positif dan penglihatan lebih membaik. Anne akhirnya mampu bersekolah dengan baik. Setelah lulus, Anne tertarik untuk menjadi pengajar di sekolah Perkins dan ia diterima. Anne pun menjadi guru pada tahun 1886-1904.

Pada bulan Agustus 1886, Michael Anagnos sebagai Director di Perkins School for the Blind menerima sebuah surat dari keluarga Kate and Arthur Keller di Tuscumbia, Alabama. Surat itu menjelaskan bahwa keluarga Keller memiliki seorang anak perempuan berusia 6 tahun yang buta dan tuli sejak usia 19 bulan karena sakit. Anak gadis tersebut bernama Helen Keller, dan tingkahnya liar serta tidak bisa diatur. Keluarga Keller bermaksud untuk menyerahkan Helen kepada penanganan Anne Sullivan, yang dianggap bisa mengajarnya dengan tepat.  Anne Sullivan pada waktu itu berusia 21 tahun dan menerima panggilan itu. Melalui proses, akhirnya ia benar-benar berhasil mendidik Helen Keller untuk berkomunikasi lewat huruf Braille. Dari sinilah Helen Keller benar-benar mempelajari huruf Braille sampai lulus sebagai sarjana. Helen pun akhirnya menjadi wanita tunanetra dan tunarungu pertama yang berhasil menjadi seorang penulis, dosen, bahkan aktivis politik di AS.

Pada tahun 1935, Anne kembali buta. Namun, hal itu tidak membuatnya putus asa, bersama dengan muridnya Helen Keller, dia tetap bersemangat melayani orang-orang penyandang cacat fisik sampai akhir hidupnya. Demi kepentingan data sejarah, saat ini materi catatan Anne disimpan di Helen Keller Archives milik American Foundation for the Blind secara daring, Perkins School for the Blind di Massachusetts, AS, serta American Antiquarian Society di Massachusetts, AS.

Kehidupan Anne Sullivan menunjukkan bahwa tak ada yang mustahil bagi orang yang gigih dan berjuang.



Oleh : Istiqomah & Muflihah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model Pembelajaran : Pengertian, Ciri-Ciri dan Fungsi

R. A. Kartini : Pelopor Emansipasi Wanita

Peresmian Menara Al-Musthofa Universitas Alma Ata Yogyakarta