Sistem Pendidikan Finlandia Role Model Pendidikan Dunia
Di Finlandia, pendidikan dianggap sebagai hak dasar semua warga negara, dan tujuan utama kebijakan pendidikan Finlandia adalah untuk menawarkan semua warga negara kesempatan yang sama untuk menerima pendidikan, tanpa memandang usia, kebangsaan, tempat tinggal, situasi keuangan, atau bahasa. Finlandia sendiri merupakan salah satu negara di benua Eropa, memiliki luas daratan 338.455 km² dengan jumlah penduduk 5,5 juta jiwa.
Berbeda dengan kebanyakan negara yang umumnya mendeteksi kesulitan dengan mengadakan evaluasi yang biasanya hanya mengukur satu komponen (tes cognitif). Pendidikan di Finlandia lebih menekankan pada pentingnya diagnosis dan intervensi dini terhadap kesulitan atau hambatan yang dihadapi murid dalam belajar, Sehingga setiap anak yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran akan dideteksi lebih dini dan disediakan bantuan secara individual secepatnya untuk menghindari atau menangani masalah tersebut.
Guru kelas di Finlandia dapat melakukan hal ini karena jumlah guru yang dapat mencapai tiga orang untuk satu kelas. Selain itu hanya 4 jam guru mengajar dalam sehari di Finlandia dan ditambah 2 jam untuk pengembangan diri dalam seminggu. Selain itu, mayoritas pengajar di Finlandia juga memiliki gelar master. Bahkan, guru sekolah dasar diwajibkan untuk memiliki gelar tersebut. Maka tidak mengherankan jika Finlandia sering kali disebut sebagai role model pendidikan di dunia.
Bagi sebagian orang, sistem pendidikan Finlandia adalah impian. Di antaranya yaitu sistem pembelajaran sekolah dasar melalui permainan, waktu belajar yang pendek, tidak ada tes standarisasi, dan perguruan tinggi bebas biaya bagi siswa yang berasal dari negara-negara Uni Eropa, Wilayah Ekonomi Eropa (EEA), dan Swiss.
Keberhasilan sistem pendidikan Finlandia berasal dari berbagai faktor, antara lain dari hasil penelitian dan kebijakan pendidikan yang melibatkan stakeholder pendidikan, guru, dan pemerintah lokal yang melibatkan pendapat orang tua, peneliti, dan dunia pekerjaan. Selain itu, negara tersebut bisa konsisten membuat semua anak mendapat kesempatan belajar yang sama.
Anak-anak usia sekolah di Finlandia juga memiliki minat baca yang tinggi, karena siswa Finlandia memiliki keseimbangan antara kegiatan di sekolah dan waktu luang mereka. Sehingga, anak-anak di sana bisa mengikuti berbagai kegiatan ekstra kurikuler yang bisa menonjolkan minat dan bakat mereka.
Adapun beberapa faktor penting yang berkontribusi pada keberhasilan sistem pendidikan Finlandia di antaranya
- Kesempatan yang sama bagi seluruh warga negara untuk mendapatkan akses pendidikan gratis, inklusif, dan komprehensif.
- Pembelajaran melalui permainan bagi anak-anak sebelum masuk pendidikan dasar sehingga dapat mengeksplorasi kreativitas alami mereka.
- Pembelajaran yang dipersonalisasi dengan memberdayakan kemampuan tiap siswa. Siswa memiliki peran aktif dalam apa dan bagaimana mereka belajar untuk membuka potensi mereka sendiri.
- Tidak ada ujian standarisasi. Pembelajaran siswa dinilai melalui berbagai metode kualitatif yang berfokus pada pengembangan keseluruhan siswa dan pembelajaran soft skill daripada keterampilan menghafal dan skor kuantitatif.
- Waktu belajar di sekolah yang singkat (5 jam) dan minim pekerjaan rumah (PR) yang diberikan. Dengan demikian anak-anak memiliki lebih banyak waktu untuk bermain dan melakukan hobi sehingga dapat mengembangkan soft skill di luar kelas.
- Didukung dengan teknologi yang mumpuni. Sebagian besar kurikulum nasional Finlandia adalah pembelajaran fenomenal dan mengembangkan pengalaman belajar yang unik melalui pengajaran dan teknologi inovatif.
- Sistem pendidikan yang mempromosikan pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) di mana tidak peduli berapapun usia seseorang, mereka selalu dapat melanjutkan pendidikan sesuai sistem yang fleksibel.
Komentar
Posting Komentar