Tips : Lolos Program Kreativitas Mahasiswa
Lulusan Perguruan Tinggi dituntut untuk memiliki academic knowledge, skill of thinking, management skill, dan communication skill. Kemampuan berpikir dan bertindak kreatif mahasiswa dapat disalurkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi.
Secara garis besar PKM dikelompokkan menjadi 2 (dua):
- PKM Pendanaan, terdiri dari 8 bidang PKM, yaitu PKM-RE; PKM-RSH; PKM-K; PKM-PM; PKM-PI; PKM-KC; PKM-KI; dan PKM-VGK
- PKM Insentif, terdiri dari 2 bidang PKM, yaitu PKM-GFT dan PKM-AI.
PKM tahun 2022 bertujuan untuk ikut mendukung program MBKM. PKM kali ini diperuntukkan bagi mahasiswa Diploma 3 (D3); Diploma 4 (D4) atau Strata 1 (S1) di seluruh PT di bawah Kemendikbud-Ristek yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) melalui penyediaan dana yang bersifat kompetitif, akuntabel dan transparan.
Berhubung persaingan untuk lolos PKM ini ketat seperti yang, Maka mahasiswa tidak bisa hanya sekadar ikut secara asal, namun harus memiliki persiapan yang mendukung. Adapun beberapa tips yang dapat diikuti mahasiswa agar lolos PKM, sebagai berikut.
1. Selalu Update Info Terbaru
Proposal yang disusun harus yang berbobot dan akan lebih baik lagi jika mengandung unsur kebaruan. Mahasiswa yang ingin mengikuti PKM perlu untuk selalu mengakses dan update info terbaru sebab info/isu terbaru ditengah masyarakat sangat ideal untuk dijadikan tema proposal kegiatan PKM. Oleh karena itu, mahasiswa juga perlu mengenal masalah apa saja yang dihadapi oleh masyarakat.
2. Melakukan Kolaborasi
Setiap kali memikirkan ide, dijamin akan menemukan banyak sekali ide baru. Bagaimana jika buntu? Maka bisa mencoba melakukan kolaborasi, bisa dengan mahasiswa di satu kampus namun beda jurusan. Bisa juga dengan mahasiswa dari kampus lain, baik yang jurusannya sama maupun beda. Melalui kolaborasi diharapkan dapat memberikan ide proposal kegiatan yang brilian dan berkesempatan besar untuk lolos seleksi PKM.
3. Mencari Masalah Sosial yang Belum Terselesaikan
Tips lolos PKM berikutnya adalah mencoba mencari masalah sosial yang kemudian belum ditemukan penyelesaiannya. Sebab salah satu kriteria yang membuat proposal mudah lolos adalah mengandung masalah sosial yang belum terselesaikan.Kemudian mencoba mencari solusi terbaiknya, sehingga bisa menjadi kalangan akademisi yang bisa memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat tersebut. Lalu, bagaimana cara menemukan masalah sosial? Caranya tentu sangat banyak, bisa dengan rutin melakukan kunjungan dan bersosialisasi.
4. Fokus dalam Menyajikan Judul
Judul yang disajikan perlu dibuat menarik, dan mengundang rasa penasaran sekaligus mampu memaparkan solusi yang brilian. Kreatif dalam menyusun judul proposal juga menjadi solusi setelah mengalami kesulitan menemukan tema kegiatan yang menarik dan sesuai isu terkini. Sehingga bisa mengusung tema atau masalah yang sangat sederhana namun dikemas dalam judul yang lebih menarik dan mengundang. Sehingga bisa dicoba di diskusikan dengan teman kelompok mengenai penentuan judul yang membuka peluang lolos seleksi lebih besar.
5. Rancangan Dana Pastikan Realistis
Usahakan rancangan dana ini realistis, besaran dana dan untuk post kebutuhan apa saja termasuk relevan atau masuk akal. HIndari membuat kebutuhan dana yang berlebihan dan tidak realistis. Hal ini justru memperkecil kesempatan untuk lolos seleksi, dan harapan masuk PIMNAS pun ikut kandas.
6. Sajikan Sesuatu yang Aplikatif
Tips lolos PKM berikutnya adalah terkait ide atau tema kegiatan yang sebaiknya aplikatif. Maksudnya adalah memilih ide kegiatan maupun penelitian yang memang mudah untuk diterapkan. Sebab sebaik-baiknya ide kegiatan, dan sebagus apapun solusinya. Jika susah untuk diterapkan dan bahkan mustahil untuk diterapkan maka dijamin kegiatan tersebut tidak memberikan hasil apa-apa.
7. Konsultasi Rutin dengan Senior dan Dosen
Jika di tahun-tahun sebelumnya sudah ada mahasiswa yang lolos PKM. Maka bisa mencoba menjalin relasi dengan para senior tersebut. Mulailah mencari tahu siapa saja senior di kampus yang sudah pernah lolos PKM. Sehingga bisa berguru kepada para senior tersebut agar bisa sukses seperti mereka di PKM tahun-tahun sebelumnya. Opsional lain, dan bisa juga dilakukan bersamaan dengan tips sebelumnya. Adalah rutin berkonsultasi dengan dosen, khususnya dosen yang pernah menjadi dosen pembimbing PKM.
8. Format penulisan PKM Sesuai Pedoman Ditjen Dikti
Panduan PKM dari Ditjen Dikti yang diberikan wajib dibaca dengan teliti untuk tahu poin apa saja yang sebaiknya masuk ke dalam proposal. Isi setiap poin apa saja, dan juga bagaimana format setiap lampiran yang akan diikutkan dalam susunan proposal tersebut. Semakin sesuai dengan ketentuan dan format penulisan yang sudah ditentukan. Maka semakin meningkatkan kesempatan untuk lolos seleksi. Jadi, saat menyusun proposal sebaiknya jangan asal-asalan. Ada baiknya dibaca sampai beberapa kali, sampai yakin bahwa formatnya sudah benar dan sesuai ketentuan.
9. Menggunakan Daftar Pustaka Terbaru
Usahakan referensi yang dipilih adalah lima tahun terakhir, misalnya untuk buku maka maksimal buku tersebut terbit lima tahun yang lalu. Mengutamakan buku-buku baru tentu bisa dipertmbangkan dan diutamakan. Sebab semakin baru referensinya, maka semakin relevan isi kegiatan yang dilakukan sehingga akan menguatkan proposal kegiatan PKM yang diajukan. Kesempatan untuk lolos seleksi semakin tinggi.
10. Susun Proposal yang Mudah Dibaca dan Dipahami
Tips lolos PKM terakhir adalah menyusun proposal dengan baik dan benar agar mudah dibaca dan dipahami. Tidak perlu, mempergunakan kosakata yang aneh dan kurang umum apalagi yang terlalu tinggi. Cukup memakai kata-kata yang sederhana namun penggunaannya sudah sesuai dengan konteks. Hal ini akan memudahkan tim yang melakukan seleksi untuk memeriksa proposal yang kamu susun. Jika mudah dipahami, maka dijamin solusi kreatif yang dipaparkan akan dianggap mudah untuk dipahami dan diaplikasikan langsung. Hal ini kemudian mengantarkan proposal kegiatan PKM tersebut untuk lolos seleksi, kemudian memiliki kesempatan untuk tidak hanya menerima dana namun juga ikut Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional atau PIMNAS. Sehingga bisa saling unjuk gigi di kalangan mahasiswa berprestasi lainnya di seluruh wilayah Indonesia.
Oleh : Istiqomah & Muflihah
Komentar
Posting Komentar