Manusia Sebagai Animal Educandum, Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Ilmu Pedagogik

 


   Manusia sebagai animal educandum, secara bahasa berarti bahwa manusia merupakan hewan yang dapat dididik dan harus mendapatkan pendidikan. Dari pengertian tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara manusia dengan hewan, ialah bahwa manusia dapat dididik dan mendapatkan pendidikan. Manusia tidak dapat disamakan dengan hewan. Manusia dilahirkan sebagai mahluk yang tidak berdaya, yang tidak memiliki insting untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. 

   Namun, manusia dapat dididik dalam suatu proses belajar yang membutuhkan waktu lama untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, atau yang dikenal dengan pendidikan. Pada dasarnya terdapat dua alasan dasar mengapa manusia itu harus dididik/mendidik. Alasan pertama adalah dasar biologis dan alasan kedua adalah dasar sosio-antropologis. Dasar biologis mengemukakan bahwa manusia lahir dengan kondisi yang tidak dilengkapi dengan insting sempurna untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, manusia perlu masa belajar yang panjang sebagai persiapan bersaing dalam lingkungan, serta pendidikan itu dimulai ketika manusia sudah mencapai penyesuaian jasmani. Dasar biologis ini memberikan implikasi manusia memerlukan bantuan manusia dewasa untuk memberikan perlindungan dan perawatan sebagai masa persiapan pendidikan, serta manusia dewasa yang tidak berhasil dididik perlu melakukan reedukasi. Dasar sosio-antropologis mengemukakan bahwa peradaban tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan dimiliki oleh setiap anggota masyarakat. Dasar ini memberikan implikasi terhadapa keharusan dalam pendidikan, yaitu diperlukan transformasi dari organisme biologis ke organisme berbudaya, diperlukan juga transmisi dan internalisasi budaya. Juga terdapat dua alasan dasar mengapa manusia itu dapat dididik/mendidik. Menurut dasar biologis anak dilahirkan tidak berdaya tetapi mempunyai potensi untuk berubah, dasar inilah yang memberikan implikasi dalam pendidikan  untuk dapat mendidik anak.

   Dasar psiko-sosio-antropologis mengemukakan bahwa keragaman dan kelebihan individu memberikan implikasi terhadap pendidikan, dimana terdapat saling pengauh-mempengaruhi dalam mendidik. Manusia yang memiliki kelebihan dapat memberi bantuan kepada manusia lainnya yang membutuhkan. Melalui pendidikan manusia dapat mengembangkan dirinya untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya. Pendidikan mengenalkan manusia pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan kata lain, melalui pendidikan manusia dapat mengoptimalkan potensi yang ada dalam dirinya. Hakikat pendidikan bukan terletak pada perbaikan keterampilan seperti pada hewan, melainkan kita mendidik anak sehingga kepribadiannya merupakan integritas, merupakan kesatuan jasmani rohani, dan dapat berperilaku yang bertanggung jawab. Kemampuan bertanggungjawab memerlukan kemampuan memilih nilai-nilai, khususnya nilai kesusilaan, nilai religi, sehingga dapat berbuah kebaikan.

Mengapa manusia harus didik ?dan Bagaimana Manusia sebagai makhluk yang dapat dididik ?

Nantikan pembahasan selanjutnya di Blog Hima PGSD!


sumber 
Buku PEDAGOGIK (ILMU MENDIDIK), oleh Drs. Uyoh Sadulloh, M.Pd.,


oleh : Muflihah dan Istiqomah 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model Pembelajaran : Pengertian, Ciri-Ciri dan Fungsi

R. A. Kartini : Pelopor Emansipasi Wanita

Peresmian Menara Al-Musthofa Universitas Alma Ata Yogyakarta